Kamis, 31 Januari 2013

Satu Lagi ! Pesaing Toket Jupe

Cowok mana yang tahan kalau melihatnya, Satu Lagi ! Pesaing Toket Jupe, bikin mata kunang - kunang, badan merinding, gemetar & panas dalam !!!

cerita dewasa, cerita sex, cerita panas, cerita seks, cerita mesum, cerita hot, cerita bokep, cerita ngentot, ngentot artis, foto sexy, abg bugil, foto seksi, foto hot, cewek bugil






Read more »»  

cerita sex nyata pemerkosaan Putri Indonesia

kumpulan cerita dewasa seru, hot, sex, cerita ngentot, cerita ML, nungging, memek, toket, terbaru, terseru, foto bugil , telanjang, artis bugil, japan bugil, china bugil, korea bugil, thailand bugil, america bugil, foto tante girang, tante-tante bugil, cewek spg,tips sex, vidio porno, vidio sex ,3gp seru, dan berita terbaru 2013 melintas update terbaru dari Juragan ABG 



cerita sex nyata pemerkosaan Putri Indonesia - Artika Sari Devi tengah bersiap untuk pergi. Hari ini adalah jadwal keberangkatannya ke Timika, Papua. Sebagai Putri Indonesia dia memang diharuskan mematuhi kontrak yang sudah dia tanda tangani bahkan jika itu harus pergi ke daerah daerah yang terpencil. Kunjungannya kali ini merupakan kunjungan pertamanya ke Papua. Ditemani manajernya dan beberapa wartawan, Artika berangkat ke Papua.

Setibanya di bandara Timika, Artika sedikit heran dengan sambutan yang diterimanya. Secara protokoler memang tidak ada masalah, tapi dia melihat sesuatu yang ganjil. Pengawalan dari pihak TNI dan Polisi terlihat lebih ketat dari biasanya.

?Apa yang terjadi ?? Artika bertanya pada manajernya, seorang perempuan yang usianya sepuluh tahun lebih tua darinya.

?Aku tak tahu,? Bertha, manajernya menggeleng. ?Tunggu di sini.? Sambungnya. Dia lalu bergegas mendekati kepala penyambutan. Dari dialah Artika kemudian tahu kalau akhir-akhir ini gerakan separatis OPM makin mengganas meresahkan masyarakat Papua. Tapi Artika tidak mengkhawatirkan hal itu. Dia berusaha bersikap profesional. Dan Artika sendiri selama beberapa hari tidak merasakan adanya gangguan yang membahayakan rombongannya. Dia bahkan mulai jatuh cinta dengan tanah Papua yang masih segar.

Pagi hari Artika terlihat berada di antechamber auberge Sheraton Timika tempatnya menginap. Dia memakai baju lengan pendek putih dari bahan glassy dipadu dengan celana Jeans dan sepatu sneaker putih. Rambutnya yang panjang agak bergelombang diikat ekor kuda. Dari wajahnya terlihat Artika sedang menunggu seseorang. Dan ketika dia melihat Bertha, manajernya datang dari arah pintu masuk utama, wajahnya langsung berubah cerah.

Artika bergegas menyongsong Bertha. Langkahnya terlihat sedikit tergesa-gesa.

?Bagaimana Kak?? Artika bertanya dengan aught tidak sabar. ?Kita boleh pergi ??

Bertha dengan sedikit terengah mangangkat tangannya memegang pundak Artika .

?Sepertinya tidak boleh,? jawab Bertha dengan tersengal. Artika sontak menampakkan wajah kecewa.

?Kenapa?? tanya Artika singkat sambil menatap wajah Bertha meminta kejelasan.

?OPM diperkirakan menyerbu daerah-daerah strategi, bahaya kalau kita memaksakan diri,? jawab Bertha singkat tapi padat. Tapi jelas jawaban itu tidak memuaskan Artika . Artika diam saja lalu membalikkan badan dan kembali ke kamarnya.

Di dalam kamarnya Artika berpikir keras bagaimana caranya bisa pergi ke tempat yang sudah dia rencanakan sejak pertama kali menginjakkan kakinya di Papua. Akhirnya Artika menyelinap secara diam-diam keluar dari hotel. Dia lalu bertanya pada penduduk lokal bagaimana caranya supaya bisa pergi ke Baliem. Lewat salah satu penduduk di sekitar auberge Artika berhasil menemukan orang yang bisa mengantarnya. Maka tanpa sepengetahuan siapapun, Artika ditemani oleh seorang pemandu menggunakan mobil sewaan pergi ke Baliem.

Artika senang sekali akhirnya bisa pergi sesuai dengan rencana. Mungkin Bertha akan marah mengetahui dia pergi tanpa pamit, tapi Artika sudah punya rencana untuk menghubungi Bertha melalui ponselnya. Sepanjang perjalanan Artika terlihat begitu menikmati pemandangan alam Papua yang masih bersih, beda sekali dengan Jakarta yang banyak polusi. Di luar dugaan, pemandu yang merangkap sopir perjalanannya, seorang pemuda Papua asli bernama Tinus mengenalinya.

?Dari backbone kamu mengenali aku?? tanya Artika senang. Tinus tersenyum mendengar pertanyaan aneh Artika .

?Kami memang tinggal di Papua, tapi kami tidak buta informasi,? jawab Tinus diplomatis. Seketika Artika merasa malu telah meremehkan pengetahuan orang Papua. Tapi Artika pintar mengubah arah pembicaraan, maka dia tidak lagi merasa bersalah pada Tinus. Dan sepanjang perjalanan keduanya terlibat berbagai pembicaraan.

Di tengah keasyikannya menikmati perjalanan tiba-tiba Tinus menghentikan mobilnya secara mendadak.

?Ada apa ni Tinus?? Artika terkejut saat mobilnya berhenti mendadak. Tinus diam saja, wajahnya terlihat menegang. Tatapannya tejam menatap ke arah luar. Dalam keadaan panik Artika berusaha menghubungi Bertha melalui ponsel tapi dia berada di daerah tanpa sinyal, Ponsel tidak ada lagi gunanya di tempat itu.

Artika maju mendekati Tinus yang terdiam. Dia melihat ada sebatang pohon besar yang tumbang melintang di tengah jalan.

?Ada apa ini…? Artika tidak sempat meneruskan ucapannya ketika dia melihat beberapa orang Papua berseragam militer dengan membawa persenjataan lengkap muncul dari balik pepohonan. Rata-rata bertampang seram dengan rambut dan jenggot tak terawat. Dan orang orang itu serentak mengepung mobil Artika .

?Tinus..? Artika mulai dihinggapi rasa takut. ?Siapa Mereka…..?

?OPM,? Tinus menjawab singkat. Tinus membuka pintu mobilnya lalu segera melompat keluar dari mobil dan kabur meninggalkan Artika sendirian. Artika kebingungan ditinggal sendiri di mobil. Nalurinya segara mengatakan kalau dia harus menginggalkan tempat itu. Artika lalu berusaha membuka pintu mobilnya, tapi usahanya sia-sia. Beberapa anggota OPM lebih cepat mengepungnya. Salah satu dari mereka yang berbadan tegap dan hitam dengan badan penuh bulu menarik Artika keluar dari mobil. Lalu Artika didorong sampai tersungkur jatuh.

Artika berusaha bangkit dan melawan tapi apa dayanya melawan puluhan pria berbadan besar seperti mereka. Satu pukulan di perut Artika menghentikan usahanya. Artika terduduk dan meringis menahan sakit. Perutnya seperti mau pecah. Matanya berkunang-kunang, air matanya mulai meleleh membasahi pipinya yang putih mulus, karena takut dan sakit.

Orang Papua yang tadi menariknya keluar dari mobil tersenyum buas memandangi wajah dan seluruh tubuh Artika .

?Cantik sekali perempuan ini…? katanya dengan tatapan mata liar. Dia menoleh ke salah satu anak buahnya yang juga tidak kalah sangar. Mereka berbicara dalam bahasa daerah Papua yang sama sekali tidak dipahami Artika . Artika hanya bisa memandangi mereka dengan tatapan mata ketakutan.

?Tolong jangan sakiti saya, jangan sakiti saya,? Artika menangis ketakutan. Pria Papua tadi justru tertawa.

?Kawanku ini bilang kalau kamu adalah Artika Sari Devi si Putri Indonesia itu, benarkah itu?? tanyanya dengan logat Papua yang khas. Artika mengangguk.

?Saya Artika, tolong jangan sakiti saya,? ujar Artika terbata-bata di sela tangisnya.

?Bagus,? Pria Papua itu tersenyum. ?Kalau begitu pimpinan kami ingin bertemu denganmu.?

Pria Papua itu lalu memberi perintah untuk mengikat tangan Artika dan menutup matanya. Kemudian secara paksa Artika dinaikkan ke dalam mobilnya sendiri lalu pergi entah ke mana. Artika merasa ini adalah akhir dari hidupnya. Dia menyesal tidak mengikuti saran Bertha. Tapi penyesalan selalu datang terlambat. Karena kalut memikirkan nasib yang akan dialaminya, Artika akhirnya pingsan.

Artika baru sadar setelah badannya ditiup hembusan angin dingin yang terasa membekukan. Sontak Artika gelagapan dan kebingungan. Dia melihat di sekelilingnya. Dia berada di dalam sebuah ruangan yang lembab berukuran sedang, sekitar 3 kali 3 meter, dindingnya terbuat dari kayu masif, sedangkan lantainya terbuat dari papan kayu tebal dilapisi sejenis bulu binatang. Bau kain tua segera tercium di hidung Artika . Dia kemudian menyadari kalau dirinya terbaring di atas sebuah ranjang kayu kasar yang dilapisi kasur usang berupa lapisan-lapisan kain tua yang disusun secara rapi. Ranjang berukuran bifold itu terletak di tengah ruangan, berhimpitan dengan dinding. Tepat di atas ranjang terdapat sebuah jendela besar berteralis baja tanpa daun jendela, hanya ditutupi tirai usang yang terbuka sampai setengahnya, membuat cahaya matahari yang mulai tenggelam leluasa masuk. Sebuah meja dan kursi sederhana yang juga terbuat dari kayu masif terletak di sudut kiri ruangan.

Kebingungan Artika terbuyarkan oleh suara derit pintu kayu berat yang terbuka ke arah dalam. Artika serentak menoleh ke arah pintu yang tepat berada di depannya. Dilihatnya sesosok pria Papua bertubuh tinggi besar memasuki ruangan. Wajahnya jauh lebih menyeramkan daripada pria yang menculiknya. Rambutnya gimbal seperti tidak terawat, begitu juga kumis dan jenggotnya. Pria itu hanya memakai celana panjang militer dan sepatu cossack tentara dengan pistol terselip di pinggangnya.

Pria itu mendekati Artika dan menatapnya dengan tatapan liar. Artika merasa seolah tatapan itu siap menelannya hidup-hidup.

?Benar-benar perempuan yang cantik. ?Pria itu berujar dengan suara berat. ?Benarkah kamu Putri Indonesia itu?? tanyanya datar. Artika hanya bisa mengangguk.

?Namaku Tiber Wewengko, aku adalah pemimpin tertinggi di sini,?katanya memperkenalkan diri. Artika tidak mempedulikan ucapan pria bernama Wewengko itu.

?Kenapa kamu menculik saya?? Artika memberanikan diri bicara meskipun diiringi dengan isak tangis. Wewengko tersenyum, dingin.

?Tidak ada, ?jawabnya pendek. Wewengko mendekati Artika, Artika langsung beranjak mundur tapi Wewengko memojokkan dia sampai merapat ke dinding. Wajahnya berada sangat dekat dengan wajah Artika .

?Nona benar-benar sangat cantik.? kata Wewengko. ?Sudah absolutist saya ingin bertemu dengan Nona, apalagi sejak saya tahu kalau Nona akan ke Papua. Artika tercekat mendengar ucapan Wewengko. Artinya Wewengko tidak buta informasi.

?Dan Nona tahu, sudah absolutist sekali saya tidak merasakan kehangatan wanita, apalagi yang secantik Nona, apakah Nona mau jadi istri saya?? tanya Wewengko. Artika langsung lemas mendengar ucapan itu. Dirinya tidak dapat membayangkan akan diperkosa oleh pria Papua seperti Wewengko. Dia bergidik ngeri membayangkan bila Wewengko menggagahinya.

?Jangan mimpi!? Artika secara tidak sadar meludah saking jijiknya.

?Hmm.. begitu rupanya,? Wewengko menatap ludah yang dikeluarkan Artika .

?Sebaiknya Nona tidak berbuat begitu, sekarang ini nasib Nona sapenuhnya ada di tangan saya, dan tidak ada satupun orang yang bisa mengeluarkan Nona dari tempat ini.? Kata Wewengko dengan dingin. Ucapan itu bagaikan palu godam yang merontokkan keberanian Artika sepenuhnya. Artika sadar dirinya telah sepenuhnya dikuasai oleh gerombolan OPM.

Sayup-sayup dri arah luar terdengar suara-suara gaduh seperti nyanyian tradisional Papua.

?Nona dengar itu?? kata Wewengko. ?Mereka mengadakan pesta. Dan sebelum pesta itu selesai saya akan pastikan Nona akan menjadi istri saya.?

Wewengko lalu meninggalkan Artika sendirian. Artika hanya bisa menangis menyesali diri. Dia hanya tesimpuh di lantai, sementara angin dingin Papua terus menerus meniup tubuhnya melalui jendela. Artika menggigil kedinginan, sepertinya Wewengko memang sengaja membiarkannya kedinginan seperti itu sampai malam.

Kesunyian terpecahkan saat tiba-tiba suasana kamr menjadi terang-benderang. Cahaya lampu besar yang ada di atas kamar menerangi seisi ruangan. Rupanya meskipun di tengah hutan, Wewengko memiliki peralatan yang cukup modern. Artika mengejapkan matanya membiasakan cahaya masuk ke matanya. Sesaat kemudian Wewengko datang memasuki kamar membawa makanan dan minuman. Yang mambuat Artika ngeri, Wewengko masuk hanya dengan mengenakan koteka di kemaluannya tanpa selembarpun benang menutupi tubuhnya. Lalu Wewengko menyodorkan makanan dan minuman itu.

?Ini minuman tradisional Papua,? kata Wewengko datar. Artika melengos mengetahui card yang disajikan berupa daging babi dan arak.

Semula Artika menolak makanan dan minuman itu, tapi Wewengko memaksanya untuk makan dan minum dan Artika tidak dapat menolak.

Dan Wewengkopun mulai melancarkan aksinya, dia berusaha memeluk Artika dari belakang sambil menciumi puncak Artika. Artika meronta dan menjauhi Wewengko.

?Jangan sentuh aku *******..!? Artika berteriak. Tapi Wewengko yang berbadan tegap langsung mendekapnya dan mulai menelusuri wajah dan leher Artika dengan buas. Artika mencoba meronta dan berusaha untuk tetap sadar tapi sentuhan demi sentuhan Wewengko membuatnya terhanyut. Tanpa sadar Artika mulai mendesah merasakan kenikmatan sentuhan Wewengko. Wewengko makin buas. Dengan paksa dirobeknya baju Artika dan dibuangnya baju itu sehingga sekarang tubuh bagian atas Artika hanya ditutupi oleh BH berwarna putih transparan. Payudaranya yang putih mulus terlihat mencuat menantang. Wewengko menelipkan tangannya yang besar ke dalam mangkuk BH Artika dan mulai meremas-remas payudara Artika. Artika merasakan sebuah sensasi yang sangat hebat melanda tubuhnya, sesuatu yang belum pernah dia alami sebelumnya.

Wewengko makin buas, dia segera merobek BH Artika sehingga payudara Artika yang mulus dan montok itu sekarang telanjang. Bentuknya sangat bagus dan masih kenyal dengan puting susu yang merah segar. Tidak sabar Wewengko mulai meremas-remas dan menjilati payudara Artika , lalu bibir Wewengko berganti-ganti melumat dan mengulum puting susu Artika . Artika mengejang mendapat perlakuan itu. Kesadarannya mulai hilang, dirinya sekarang sudah dikuasai oleh dorongan seks yang makin kuat, karena itu dia diam saja saat Wewengko mulai melepas celana Jeansnya. Maka di hadapan Wewengko sekarang tampak sepasang paha yang panjang dan mulus yang berakhir pada celana dalam putih berenda. Lalu dengan kasar Wewengko menarik celana dalam Artika sampai lepas. Dan Artika sekarang benar-benar sempurna telanjang bulat de depan Wewengko. Wewengko memandangi kemulusan tubuh telanjang Artika dengan takjub.

?Ohh.. tidak saya sangka ternyata Nona lebih cantik jika ditelanjangi seperti ini, ? kata Wewengko dangan deru nafas memburu. Lalu Wewengko mulai menelusuri sekujur tubuh telanjang Artika dengan bibir dan tangannya. Bibir Artika yang merah segar tidak henti-hentinya dilumat oleh Wewengko sementara tangan Wewengko tidak berhenti menggerayangi dan meremas payudara Artika. Artika hanya bisa pasrah dikerjai oleh Wewengko. Wewengko lalu menjilati bagian perut Artika yang rata dan licin. Kemudian dia membuka paha Artika lebar-lebar hingga terkuaklah liang vagina Artika yang licin tak berbulu. Rupanya Artika secara rutin selelu mencukur rumbut kemaluannya.

Wewengko perlahan mendekatkan wajahnya pada vagina Artika , lalu dengan menggunakan bibir dan lidahnya Wewengko mulai menjliati vagina Artika . Dan jari-jari tangan Wewengko perlahan mulai mengorek-korek vagina Artika . Artika langsung mengejang ketika vaginanya dikerjai oleh Wewengko. Dirangsang sedemikian rupa membuat pertahanan Artika akhirnya runtuh apalagi ditambah pengaruh minuman tradisional yang tadi diminumnya.

?Oohhh… aahhh… oohhhh …. aahssss… ehhsss…? Tanpa sadar Artika mulai mendesah merasakan kenikmatan yang baru pertama kali dia rasakan. Wewengko mengetahui Artika mulai terangsang makin buas menggeluti tubuh yang putih mulus itu. Dia mengangkangkan kaki Artika dan membenamkan wajahnya ke vagina Artika . Bibir dan lidahnya terus-menerus mengorek liang kemaluan Artika, sementara tangannya yang kekar dan berbulu meremas-remas payudara mulus Artika. Tak tahan lagi Artika akhirnya mengalami orgasme, tubuhnya mengejang sesaat sebelum akhirnya melemas lagi, dari vaginanya mengucur cairan bening kewanitaan. Wewengko segera menelan cairan vagina Artika dengan buas sambil menjilati sekitar kemaluan Artika karena berdasarkan keyakinan orang Papua, keperkasaan pria akan bertambah jika dia bisa meminum cairan vagina dari perempuan yang akan dia setubuhi.

Artika terbaring terengah-engah di ranjang, dia baru saja mengalami orgasme yang luar biasa, tubuhnya yang putih mulus sampai berkeringat padahal udara teramat dingin. Wewengko mamandangi tubuh yang mulus itu dengan tatapan buas, matanya menatap ke arah payudara Artika yang naik turun, begitu putih mulus. Dia lalu mendekati Artika dan mambimbingnya untuk duduk. Perlahan dia malepaskan koteka yang dia pakai dan seketika penisnya yang hitam dan berukuran besar mencuat di depan wajah Artika. Artika yang dalam keadaan terangsang hanya memandangi penis itu. Penis itu berukuran besar, panjangnya mungkin sekitar 20 senti dengan bore empat atau lima senti. Wewengko lalu menyodorkan penisnya ke bibir Artika.

?Sekarang Nona emut punya saya ya.. ? perintah Wewengko pada Artika. Artika yang sudah dikuasai nafsu birahi menuruti perintah Wewengko, segera dia mengulum penis itu, tapi karena belum berpengalaman, Artika hanya mengulum penis itu. Wewengko jengkel dengan tindakan Artika. Dia menarik rambut Artika.

?Wanita cantik tapi tolol, seperti ini tahu..? Wewengko menggoyangkan kepala Artika maju mundur dengan demikian penis di dalam mulut Artika terkocok dengan sendirinya oleh bibir Artika sampai akhirnya Artika mulai terbiasa, dia menggerakkan kepalanya maju mundur untuk mengocok penis Wewengko dengan bibirnya. Wewengko memejamkan mata merasakan kenikmatan kuluman bibir Artika yang mungil itu sementara tangan kekarnya juga sibuk meremas-remas payudara Artika dan memilin-milin puting payudara Artika membuat Artika kembali terangsang.

Sekitar 15 menit lamanya Artika mengulum penis Wewengko sampai akhirnya Wewengko mengejang. Dia menarik Wajah Artika dan membenamkan wajah cantik itu ke dalam selangkangannya. Diiringi teriakan penuh kenikmatan Wewengko menyemburkan spermanya ke dalam mulut Artika. Artika merasakan cairan hangat dan kental memenuhi mulutnya dan mengalir ke dalam kerongkongannya. Oleh Wewengko, Artika dipaksa menelan Sperma itu.

?Ayo telan sperma saya Nona.. telan..? perintah Wewengko. Artika yang masih mengulum penis Wewengko hanya bisa melirik pasrah.

?Glk.. glk.. glk…? Artika akhirnya menelan seluruh sperma Wewengko. Wewengko tertawa puas. Dalam kepercayaan Papua, jika seorang wanita sudah menelan sperma sorang pria yang menyetubuhinya maka dia tidak akan bisa lepas dari pria itu selamanya.

Wewngko membiarkan saja ketika Artika melepaskan kulumannya. Artika lalu dibaringkan terlentang di ranjang. Dipandanginya tubuh telanjang gadis yang ayu itu.

?Nah Nona Artika .. sekarang ini sesuai yang saya janjikan, Nona Artika telah jadi istri saya karena Nona Artika telah menelan sperma saya. Itu berarti Nona selamanya tidak bisa melepaskan diri dari saya.? Kata Wewengko.

Artika hanya bisa menangis mendapatkan dirinya yang telanjang bulat bersama seorang pria yang siap untuk menyetubuhinya. Perlahan Wewengko mulai menarik paha Artika yang putih mulus dan panjang sampai mengangkang lalu Wewengko mulai mengarahkan penisnya yang besar ke dalam liang kemaluan Artika. Artika mengerang sesaat ketika penis Wewengko menerobos liang vaginanya. Artika menangis tersedu, keperawanannya yang dia jaga selama bertahun-tahun direnggut secara paksa oleh pria cheat seperti Wewengko. Wewengo yang melihat Artika menangis bukannya iba malah merasa senang. Didorongnya penisnya sampai amblas ke dalam vagina Artika.

?Ehkkhh.. ahhhh…? Artika mengerang kesakitan, vaginanya yang masih perawan terlalu sempit bagi penis Wewengko yang besar, tapi secara kasar Wewengko terus mendesakkan penisnya dalam-dalam lalu dipaksakannya penis itu memompa vagina Artika. Artika merintih setiap kali penis Wewengko menggenjot vaginanya tapi lama-lama penis itu makin lancar memompa vagina Artika. Wewengkopun makin bersemangat menggenjotkan penisnya. Tubuh Artika yang telanjang sampai tersentak-sentak setiap kali Wewengko menggenjot vaginanya. Sambil terus menyetubuhi Artika , Wewengko juga melumat bibir Artika dengan buas. Artika yang tidak berdaya diperkosa seperti itu akhirnya ikut terhanyut dalam dorongan seksual yang sedari tadi memang sudah menggelegak, akhirnya erangan Artika mulai teratur seirama dengan gerakan penis Wewengko di dalam vaginanya.

Setelah sekitar limabelas menit, Wewengko secara tiba-tiba bangkit sambil tetap mendekap tubuh bugil Artika . Dipaksanya Artika duduk berhadap-hadapan dengannya. Ditatapnya wajah Artika yang cantik itu, wajah itu terlihat sangat memelaskan tapi tidak membuat Wewengko merasa iba, dia justru merasa kenikmatannya bertambah bila melihat Artika tersiksa.

?Sekarang Nona Artika yang goyang ya.. seperti kalau Nona Artika menari di panggung,? kata Wewengko. Artika hanya bisa mengangguk, lalu mulai menggerakkan pantatnya maju mundur sambil melingkarkan kaki mulusnya ke pinggang Wewengko. Wewengko mengimbanginya dengan mencengkeram pantat Artika dan mendorong pantatnya maju mundur. Sementara bibirnya sibuk menyusu pada payudara Artika sambil sesekali mengulum dan menjilati puting payudara Artika.

Diperkosa sedemikian rupa akhirnya pertahanan Artika jebol juga. Dengan rintihan panjang, Artika merasakan sensasi kuat menjalari sekujur tubuhnya. Tubuhnya menegang dan melengkung ke belakang, tangannya dengan kuat mencengkeram punggung Wewengko. Vaginanya berdenyut kuat sekali seperti meremas penis Wewengko.

?Aahhhhhhkkkhhhhh…. Oohhhhhhh….? Artika mengejang dan merintih keras, orgasmenya meledak menghantam seluruh syaraf kenikmatan seksualnya. Sesaat kemudian tubuhnya melemas kembali dan tergolek di ranjang. Nafasnya memburu membuat payudaranya naik turun. Wewengko melihat ada darah yang mengalir dari vagina Artika. Itu adalah darah keperawanan Artika yang direnggutnya. Dan Wewengko merasa kenikmatannya makin bertambah mengetahui wanita cantik yang disetubuhinya benar-benar seorang perawan. Tapi Wewengko segera menarik tubuh mulus itu dan mendekapnya erat-erat.

?Jangan buru-buru Nona Artika, saya belum selesai, ? kata Wewengko sambil tertawa. Dia lalu membalikkan tubuh Artika yang putih dan mengkilat kerena keringat lalu memaksanya menungging. Kedua kaki Artika dipaksanya mengangkang.

?Sekarang saya mau coba gaya ****** pada Nona Artika, ?kata Wewengko datar. Artika menggelengkan kepalanya.

?Jangan Tuan.., ? Artika kembali menangis. ?Saya tidak kuat lagi, ampuni saya Tuan, jangan setubuhi saya lagi…?

?Ah.. diam!? Wewengko membentak. ?Dasar pelacur, dimana-mana sama, bilang tidak mau tapi orgasme juga.?

Wewengko menarik paha Artika dengan kasar, lalu kembali penisnya didesakkan ke dalam vagina Artika, kemudian pantatnya digoyangkan maju mundur. Sembil menggenjot vagina Artika, Wewengko juga meremas-remas payudara Artika yang tergantung begitu bebas dan bergoyang seirama goyangan pantatnya. Artika mendesah-desah setiap kali vaginanya digenjot.

?Ayo.. teruss.. terus Nona… terusss…? Wewengko makin kuat menggenjot vagina Artika dengan penisnya, badan Artika sampai tersentak-sentak setiap kali vaginanya digenjot.

?Akhhh.. ahhh… ohhh… shitt… shittt…? Artika mulai meracau karena merasakan gelombang birahinya meledak dan akhirnya kembali Artika mengalami orgasme meskipun tidak sehebat sebelumnya, kembali vaginanya berdenyut kencang. Tapi Wewengko tetap belum juga selesai, kali ini dibalikkannya tubuh Artika hingga terlentang, lalu kedua paha Artika diangkat dan disampirkannya ke bahunya kemudian kembali digenjotnya vagina Artika dengan penisnya sambil memegangi pantat Artika karana khawatir Artika akan melepaskan penis itu dari vaginanya. Kali ini Artika sudah tidak berdaya lagi, dia hanya bisa merintih setiap kali digenjot, payudaranya yang putih mulus bergoyang seirama genjotan Wewengko. Air mata Artika seolah sudah kering untuk menangis, Artika hanya bisa menggigit bibirnya merasakan penderitaan sekaligus kenikmatan yang dia alami sampai akhirnya dia mengalami orgasme untuk kali ketiga, barulah setelah Artika tiga kali orgasme Wewengko menyudahi pemerkosaannya pada Artika . Diiringi erangan dahsyat Wewengko menyemburkan spermanya di dalam vagina Artika.

Artika merasakan dunianya sudah hancur, dirinya sudah tidak ada harganya lagi setelah diperkosa oleh Wewengko. Putri Indonesia itu sekarang merasa tidak berbeda dengan seorang pelacur. Artikapun kembali menangis tersedu-sedu mengingat penderitaan yang dia alami. Tapi Wewengko tidak peduli pada nasib Artika. Seorang Artika baginya tidak beda dengan wanita-wanita lain yaitu sebagai pemuas nafu seksualnya. Sampai pagi Wewengko terus menerus menyetubuhi Artika. Tidak kuat menahan penderitaan, Artika akhirnya pingsan.

Artika baru tersadar setelah matahari sudah tinggi, Dia berusaha bangun tapi sekujur badannya serasa sakit seperti habis dipukuli. Sisa-sisa sperma masih berceceran di sekitarnya, sebagian yang masuk ke dalam rahimnya meleleh keluar dan mengering. Artika merasakan kemaluannya sakit sekali, perutnya juga terasa nyeri. Lalu dengan tertatih-tatih Artika berusaha meraih pakaiannya. Tapi dia tidak menemukan pakaiannya di ruangan itu, pasti Wewengko telah mengambilnya. Artika kemudian meraih kain usang di ranjang untuk menutupi tubuhnya lalu berusaha untuk berjalan. Belum lagi dia mencapai pintu, tiba-tiba pintu terbuka dengan lebar. Seorang wanita Papua yang juga bertampang bengis masuk dan mendekati Artika. Artika mundur mencoba menghindar tapi wanita Papua itu mencengkeram pergelangan tangan kanannya dengan kuat. Artika mencoba meronta tapi wanita Papua itu lebih kuat, dipelintirnya tangan Artika ke belakang.

?Diam Nona.? Wanita itu berbisik ke telinga Artika. ?Saya hanya mau menyuruhmu mandi biar bersih..? katanya. Artika yang tidak berdaya menurut saat digelandang ke luar rumah menuju ke sebuah kamar mandi terbuka yang berdekatan dengan punggungan bukit, penutupnya hanya sebatas leher, terbuat dari potongan bambu dan anyaman daun, sebuah pancuran kecil dari bambu terdapat di situ, airnya yang berasal dari atas bukit jernih dan dingin. Wanita Papua itu lalu menelanjangi Artika dan menyuruh Artika berlutut kemudian dia mengguyur tubuh Artika dengan air, sejenak Artika merasa kedinginan sampai menggigil tapi absolutist absolutist Artika mulai terbiasa.

Selesai mandi, Artika kembali dibawa ke dalam rumah. Perempuan Papua itu melemparkan sesuatu pada Artika.

?Ini pakaian yang harus kamu pakai…? katanya sambil tersenyum jahat. Artika memandangi barang yang dilemparkan oleh wanita Papua itu, pakaian yang dimaksud oleh wanita Papua itu hanya berupa potongan-potongan bahan semacam kulit binatang. Artika terdiam dan menangis memandangi ?pakaian? itu. Dia merasa sedang mengalami pelecehan seksual yang sangat besar.

?Dasar tolol, ? wanita Papua itu marah dan menampar wajah Artika. Tidak terlalu keras, tapi cukup untuk membuat Artika menjerit. Dia segera menarik kain yang menutupi tubuh Artika lalu memaksa Artika memakai pakaian yang dia maksudkan.

?Pakai!? bentaknya. Artika hanya terduduk sambil terus menangis. Kesal karena tidak mendapat tanggapan akhirnya wanita Papua itu memakaikan pakaian yang diberikannya pada tubuh Artika. Sebuah pakaian yang lebih mirip bikini dari kulit hewan. Hanya terdiri dari selembar kecil penutup dada yang sama sekali tidak memadai untuk menutupi payudara Artika sehingga sebagian payudara Artika yang putih mulus menonjol telanjang sementara bagian bawahnya lebih mirip g-string yang terbuat dari kulit hewan yang hanya bisa menutupi kemaluan Artika sementara pantat Artika yang bulat padat dan putih mulus terlihat telanjang. Pahanya yang jenjang dan begitu mulus serta bagian perutnya yang juga putih mulus tidak tertutup apapun sehingga bisa bebas dinikmati oleh siapapun.

?Sekarang Tuan Wewengko ingin bertemu kamu,? kata wanita Papua itu. ?Ayo Ikut.? Katanya sambil menarik tangan Artika. Artika mencoba bertahan tapi sekali lagi wanita Papua itu memelintir tangan Artika dan memukul perut Artika. Artika langsung terbungkuk dan berlutut sambil memegangi perutnya yang nyeri.

?Ampun, jangan sakiti saya .. ? Artika merintih sambil menahan sakit, air matanya makin deras mengalir.

?Makanya turuti perintahku!? bentak wanita Papua itu. Artika hanya bisa mengangguk lalu berdiri. Dengan langkah ragu Artika mulai berjalan, sementara wanita Papua yang galak itu mengikuti dari belakang sambil sesekali mendorong Artika jika berjalan sedikit lambat.

Artika dibawanya sampai ke sebuah ruangan besar yang berada di bagian belakang rumah, Ruangan itu cukup besar, tapi terkesan kosong. Hanya ada sebuah meja makan berukuran sekitar dua kali tiga beat dilengkapi enam kursi yang mengelilinginya, meja dan kursi itu juga terbuat dari kayu masif yang dihaluskan. Di atasnya terdapat banyak sekali makanan, yang batten menarik perhatian adalah seekor babi panggang berukuran besar di tengah meja. Di kursi batten ujung dari tempat Artika berdiri terlihat Wewengko duduk sambil makan sesuatu. Begitu melihat Artika berjalan mendekat Wewengko langsung berhenti, dia melotot melihat Artika yang berdiri nyaris telanjang tidak jauh darinya, dipandanginya kemulusan tubuh Artika dengan seksama, matanya menatap cheat pada daerah payudara dan vagina Artika.

?ck.. ck.. ck…? Wewengko berdecak kagum memandangi tubuh setengah telanjang Artika yang nyaris sempurna. Artika menunduk malu dipandangi seperti itu, tanpa sadar tangannya berusaha menutupi bagian-bagian penting tubuhnya yang terbuka meskipun usaha itu sia-sia karena tangannya jelas tidak mampu menutupi tubuhnya yang telanjang, akibatnya Wewengko dengan bebas menikmati keindahan tubuh mulus Artika .

?Kamu boleh pergi Tira,? Wewengko berkata pada wanita Papua yang memandikan Artika yang ternyata bernama Tira. Tira mangangguk lalu meninggalkan ruangan menuju ke tempat dia masuk.

Wewengko lalu berdiri dan berjalan mendekati Artika. Artika merinding ketika pria yang semalam memperkosanya berjalan mendekat. Jantungnya berdetak kencang. Sementara Wewengko tidak henti hentinya memandangi tubuh mulus Artika dengan tatapan kagum bahkan ketika dia berdiri di belakang Artika, tangannya sempat meremas pantat Artika yang telanjang. Artika hanya bisa menangis diperlakukan seperti itu.

?Jangan menangis Manisku,? Wewengko membelai rambut Artika yang masih basah. ?Sekarang duduklah dan makan.? Wewengko menarik sebuah kursi di dekatnya. Lalu memaksa Artika duduk. Tapi Artika tidak bereaksi apa-apa.

?Keras kepala ya,? Wewengko mulai jengkel. ?Baiklah, terserah mau makan atau tidak, tapi setengah jam lagi Nona Artika harus bekerja.?

Artika tersentak mendengar ucapan Wewengko, hatinya bergetar, rasa takut mulai melanda dirinya, apakah itu berarti dirinya akan diperkosa lagi.

?Tuan mau memperkosa saya lagi..?? Artika bertanya sambil menatap Wewengko dengan air mata berlinang. ?Jangan.. jangan perkosa saya lagi..? Artika menggeleng ketakutan. Wewengko hanya tersenyum melihat wajah Artika yang memelaskan itu.

?Tidak, tidak Nona cantik.. ada sesuatu yang lain yang harus Nona lakukan.? Kata Wewengko datar. Tanpa sadar Artika menghembuskan nafas lega. Dia lalu melihat Wewengko meninggalkan tempat itu. Dia kemudian menatap makanan yang ada di depannya, semula dia tidak mau menyentuh makanan di atas meja tapi perutnya yang lapar membuatnya meraih makanan di depannya. Rasanya tidak karuan, tapi karena lapar, Artika menelannya juga.

Setengah jam kemudian Wewengko datang lagi dan melihat Artika sudah terlihat segar. Dia yakin Artika tidak tahan menahan lapar.

?Nona Artika Sudah siap kan ?? tanya Wewengko. Tanpa menunggu jawaban Artika, Wewengko menarik tangan Artika dan membawanya ke luar ruangan, tapi sebelumnya dia menutupi tubuh Artika dengan selembar kain. Artika melihat kerumunan anggota OPM berjejer dengan barisan tidak teratur memenuhi halaman. Rata-rata dari mereka berpenampilan kasar dan dekil. Kerumunan itu membelah saat Wewengko dan Artika berjalan menuju ke arah mereka. Di tengah kerumunan itu ternyata terdapat sebuah panggung kecil, berbentuk segi empat, sekitar lima kali lima beat dengan tinggi sekitar setengah beat terbuat dari kayu dan bambu. Wewengko lalu membawa Artika naik ke panggung. Serentak kerumunan anggota OPM langsung mengerubungi panggung sambil memelototi tubuh Artika . Artika merasa malu sekali tubuhnya diobral Bagaikan pelacur murahan.

?Nah Nona Artika, sekarang tugas Nona adalah menghibur mereka..? kata Wewengko datar, nyaris tanpa emosi. Artika tersentak, seketika tubuhnya gemetar, mengira dirinya harus melayani seluruh anak buah Wewengko. Artika tidak dapat membayangkan dirinya akan diperkosa beramai-ramai oleh orang sebanyak itu.

?Tenang Nona, Nona hanya diharuskan menari di hadapan mereka, tapi dengan catatan, Nona harus menari tanpa pakaian.? Kata Wewengko.

Artika terkesiap, dia tidak mengira akan dipaksa melakukan tarian telanjang. Tapi Artika menuruti perintah Wewengko, dia lebih memilih menari telanjang daripada harus digagahi secara beramai-ramai.

Artika menatap kerumunan pria yang sudah tidak karuan di hadapannya.

?Apa kabar semua?? Artika mencoba tersenyum. Dan melempar salam. ?Bagaimana kalau hari ini Artika menghibur anda semua dengan satu tarian..? sontak seluruh anggota OPM yang tidak pernah melihat wanita secantik Artika bersorak.

?Bagaimana kalau Artika buka baju?? kata Artika lagi. Serentak semua menjawab setuju. Artika lalu melepaskan lilitan kain yang menutupi tubuhnya. Seketika semua yang melihatnya langsung melotot melihat tubuh yang begitu putih dan mulus terpampang di depan mereka. Saat itu terdengar alunan musik dangdut dari sebuah apostle yang ada di atas panggung. Artika lantas mulai menggoyangkan tubuhnya yang setengah bugil itu dengan gerakan gerakan erotis. Tangannya diangkat ke atas lalu pinggulnya digoyang-goyangkan membuat seluruh tubuhnya berguncang. Seluruh penonton bersuit-suit melihat goyangan pinggul dan pantat Artika.

?Buka ! Buka! Buka!? teriak mereka sambil terus memelototi Tubuh Artika yang bergoyang erotis.

?Kalian mau lihat payudara Artika?? tanya Artika di tengah tariannya yang langsung disambut gemuruh setuju. Artika perlahan mulai melepas kain penutup payudaranya lalu melemparkannya ke arah penonton yang langsung berebut menerimanya. Payudara Artika sekarang tergantung telanjang begitu putih mulus dan kencang. Payudara itu berguncang seirama gerakan Artika. Melihat payudara yang begitu mulus itu telanjang, penonton makin cheat dan berteriak meminta Artika membuka celana.

?Kalian mau lihat pula vagina Artika?? tanya Artika, lalu Artika mulai memelorotkan celananya dan melemparkannya ke arah penonton, lagi-lagi penonton berebut mengambil celana itu. Sekarang Artika sudah sempurna telanjang bulat di hadapan anggota OPM yang makin brutal. Artika meneruskan tariannya dengan berbagai gaya yang diingatnya. Penonton batten suka saat Artika melakukan goyang ngebor ala Inul dan goyang patah-patah. Pantatnya yang montok dan mulus bergoyang-goyang secara erotis. Sesekali Artika juga berpura-pura melakukan onani dengan meremas payudaranya sendiri sambil merintih-rintih dan mendesah-desah seperti orang yang terangsang nafsu seksualnya.

Selama hampir satu jam Artika menghibur anggota OPM dengan tarian bugilnya, tubuhnya sampai basah karena keringat membuat tubuh yang utih mulus itu terlihat berkilat-kilat. Acara itu baru selesai setelah Wewengko naik ke panggung. Dia berdiri sambil memeluk tubuh Artika yang bugil dan medekapnya erat sampai rapat dengan tubuhnya sendiri.

?Nah kawan-kawan seperjuangan, kalian suka dengan tarian tadi?? Wewengko bertanya yang disambut gemuruh senang.

?Karena kalian suka, maka Artika akan memberikan hiburan tambahan.? Kata Wewengko lagi, Artika terkejut dengan ucapan itu, jantungnya kembali berdebar menanti kelanjutan kalimat Wewengko. Wewengko menoleh ke arah Artika.

?Sekarang Nona saya perintahkan untuk melakukan articulate seks dengan mereka semua, lalu Nona telan sperma mereka semuanya..? kata Wewengko lantang membuat semua anak buahnya berteriak kegirangan, maklum mereka sudah absolutist tidak menyalurkan nafsu seksualnya apalagi yang dijadikan penyaluran wanita secantik Artika .

Artika terkesiap. Dirinya diharuskan melakukan articulate seks dengan begitu banyak orang, Artika menaksir ada 300 orang anggota OPM yang berkumpul.

?Jangan Tuan… ampuni saya, jangan paksa saya melakukan itu..?

?Jadi Nona lebih suka kalau saya memerintahkan mereka semua memperkosa Nona bergiliran?? bentak Wewengko. Artika langsung terdiam mendengar ancaman itu.

?Iya Tuan, saya akan menuruti kata Tuan … ? Artika menangis ketakutan. Dia lalu menuruti perintah Wewengko. Satu persatu anggota OPM itu menggilir Artika. Artika berusaha secepat mungkin mengulum penis para anggota OPM itu. Dan satu persatu para anggota OPM itu menyemburkan Spermanya ke mulut Artika, begitu banyaknya sperma yang masuk ke mulut Artika sampai Artika tidak mampu menelannya sehingga sebagian meleleh keluar dari sudut bibirnya yang merekah, Artika merasa perutnya penuh terisi sperma membuatnya muak ingin muntah, tapi sekuat tenaga Artika menahan untuk tidak memuntahkan sperma yang ditelannya. Tidak hanya di mulut Artika saja anggota OPM menyemprotkan sperma mereka bahkan ada pula yang menyemprotkan spermanya ke wajah dan tubuh Artika. Beberapa dari mereka ada pula yang meraba dan menggerayangi tubuh Artika sambil meremas bagian tubuh Artika yang sensitif seperti payudara, pantat dan vaginanya. Sambil melakukan articulate Seks, Artika juga dirangsang nafsu birahinya, hal itu membuat Artika makin bernafsu melakukan articulate seks. Bahkan Artika melakukannya dengan tiga orang anggota OPM sekaligus menggunakan bibir dan kedua tangannya. Ada pula anggota OPM yang tidak sabar mengocok penisnya sendiri di depan wajah Artika lalu menyemprotkan spermanya ke wajah cantik itu. Tidak hanya di wajah Artika tapi juga di dada dan punggung Artika. Ada yang nekad menempelkan dan menggesek-gesekkan penisnya di punggung Artika sampai ejakulasi. Seluruh perlakuan itu diterima Artika berulang ulang, Artika sampai merasa hal ini tidak akan pernah berhenti karena banyak yang minta Artika mengulum penisnya dua tiga kali.

Di tengah usaha Artika melakukan articulate Seks ada yang nekad mengumpulkan sperma kawan-kawannya di dalam cawan sampai penuh lalu meminta Artika meminumnya

?Ini minum…? perintahnya. Artika menggeleng melihat cawan yang penuh berisi cairan sperma kental dan menjijikkan itu, tapi mereka memaksa Artika meminum sperma dalam cawan itu sampai habis.

Belum cukup sampai di situ seorang anggota OPM yang membawa cangkir berisi sperma menuangkan sperma itu ke rambut Artika dan mengeramasi rambut Artika dengan sperma. Ada pula yang mengoleskan spermanya sendiri pada payudara Artika sambil meremas-remas payudara itu. Biar tambah montok katanya tenang.

Berjam-jam lamanya Artika dikerjai dengan begitu brutal. Mereka baru selesai mengerjai Artika saat matahari mulai turun ke arah barat. Mereka yang puas melampiaskan nafsu seksualnya pada Artika meninggalkan Artika yang tergolek telanjang bulat di atas panggung, sekujur tubuhnya bahkan rambutnya basah oleh cairan kental sperma seperti baru saja mandi dengan cairan sperma.

Artika hanya bisa menangis mendapatkan perlakuan begitu brutal. Hidupnya seperti tidak berharga lagi. Lalu dengan tertatih-tatih Artika mencoba berdiri meninggalkan tempat terkutuk itu. Tapi baru beberapa langkah Artika berjalan, dia bertemu lagi dengan Tira, wanita Papua yang kasar dan kejam. Tira memandangi sekujur tubuh Artika yang bermandikan sperma dengan tatapan sinis.

?tsk.. tsk.. tsk….? Tira mencibir. ?Sepertinya kamu senang dijadikan pelampiasan birahi mereka…?

Artika diam saja mendengar ejekan Tira meskipun hatinya terasa sakit dan sedih sekaligus malu.

?Sekarang mandi yang bersih!? Tira membentak galak, tanpa menunggu jawaban Artika, tida menarik tangan Artika menuju ke pancuran untuk membersihkan tubuh Artika dari cairan sperma yang membasahi sekujur tubuhnya. Artika hanya bisa pasrah dan menangis. Lalu setelah selesai, Tira menyelimuti tubuh telanjang Artika dengan selembar kain usang yang dibawanya kemudian dia membawa Artika kembali ke kamarnya, kamar dimana semalam Artika diperkosa oleh Wewengko. Oleh Tira, Artika hanya diberi selembar kain untuk menutupi tubuhnya yang telanjang bulat. Artika hanya bisa menangis, air matanya seolah kering. Karena kelelahan akibat dipaksa melakukan articulate seks selama berjam-jam, Artika akhirnya tertidur.

Di tengah-tengah tidurnya, Artika merasakan pipinya dibelai dan dielus-elus oleh sebuah tangan kasar. Seketika itu pula Artika terbangun. Dia langsung menjerit melihat siapa yang sudah berada di sampingnya. Wewengko. Tapi kali ini Wewengko memakai pakaian lengkap. Meski begitu Artika tetap merasa ketakutan. Dia segera beringsut mundur ke sudut ranjang sambil mendekap tubuhnya yang hanya tertutup selimut usang sambil menangis.

?Jangan Tuan.. jangan..? Artika merapat ke dinding, sementara di luar petir meggelegar dengan keras. Rupanya malam itu turun hujan yang sangat deras sehingga suasana menjadi dingin.

?Jangan takut Sayang..? Wewengko mendekati Artika dan kemudian duduk di sebelahnya sambil membelai rambutnya. ?malam ini dingin sekali, kamu kedinginan??

Artika hanya mengangguk tertahan, mencoba tidak menatap wajah Wewengko yang bercambang lebat.

?Aku juga kedinginan.? Kata Wewengko. ?bagaimana kalau kita saling menghangatkan..?? kata Wewengko sambil memeluk erat-erat tubuh Artika.

?Jangan.. ahh…? Artika meronta saat Wewengko mulai menyentuh bagian tubuhnya dengan ciumannya. Tapi Wewengko tidak melepaskan pelukannya, bahkan makin ketat memeluk tubuh Artika. Kemudian kembali dia mencumbui wajah Artika, bibirnya dengan rakus melumat bibir Artika yang mungil, lalu dengan lidahnya dia menelusuri pipi dan leher Artika.

?Ahhh… jangan…. ahhhh… Oohhh…? Artika meronta sekuat tenaga, tapi rontaan tubuhnya yang putih mulus itu justru membangkitkan gairah Wewengko. Dengan ganas Wewengko menciumi sekujur leher Artika. Pelan-pelan Artika kembali merasakan gejolak seksualnya bangkit, dan akhirnya dia pasrah digeluti oleh tubuh hitam besar itu sehingga ketika Wewengko membuka kain yang menutupi tubuhnya, Artika hanya diam saja.

?Dingin Tuan…? Artika mendekapkan tangannya ke payudaranya yang putih kenyal dan telanjang.

“Jangan khawatir… Sebentar lagi juga panas…” kata Weengko tersenyum sambil menatap mata Artika yang bening dengan penuh arti. Dibukanya lipatan tangan Artika karena dia ingin menikmati dan merabai keindahan kedua payudara wanita itu. Artika membiarkan saja Wewengko memulai aksinya dan menikmati rangsangan yang diberikan padanya. Wewengko yang mengetahui Artika sudah pasrah makin bersemangat. Dengan tangannya yang besar dicengkeramnya kedua payudara Artika, pas segenggaman. Payudara itu kemudian diremasnya dengan kekuatan penuh. Artika meringis menahan sakit. Wewengko kemudian menggerak-gerakkan genggaman tangannya melingkar membuat payudara Artika seperti adonan kue yang sedang diuleni, hal itu membuat Artika merasa kegelian tapi juga sekaligus terangsang.

?Ohhh…. Ahhhh….. Ahhhhhh………? Artika merintih penuh kenikmatan, sikap kepasrahannya untuk disetubuhi membuatnya bisa menikmati setiap rangsangan Wewengko, apalagi ketika Wewengko mendaratkan ciuman-ciuman dan sapuan lidahnya ke bagian puting payudaranya membuat Artika tersentak-sentak dan menggeliat menahan desakan birahi yang kian meledak di dalam tubuhnya. Sekujur tubuh Artika basah oleh keringat sehingga tubuhnya yang mulus itu berkilau diterpa sinar lampu yang temaram. Dan dalam waktu singkat Wewengko telah berhasil membuat Artika tidak berdaya menolak apa pun yang dimintanya. Seakan wanita itu telah berada sepenuhnya dalam kekuasaannya.

?AAAAHHH…….. AAAHHHH……..? terdengar erangan dari bibir mungil Artika saat dia kembali dilanda orgasme. Tubuhnya menegang kuat sekali utuk sesaat sebelum kemudian melemas kembali dan tergeletak di ranjang.

Wewengko tersenyum puas melihat wanita cantik itu terkapar tidak berdaya. Wewengko kemudian melucuti pakaiannya sendiri. Kini di atas ranjang dua tubuh telanjang berlainan jenis telah siap melakukan persetubuhan. Yang wanita adalah seorang wanita muda yang terbaring tak berdaya setelah diculik dengan tubuh yang langsing, kulit putih mulus dan wajah cantik rupawan. Seorang publik figur dengan cachet sebagai Putri Indonesia. Sedangkan si pria di atasnya yang siap menyetubuhinya adalah seorang dedengkot pemberontak yang selama ini dicari-cari oleh aparat penegak hukum.

Untuk kedua kalinya Artika dan Wewengko melakukan hubungan badan. Kali ini permainan menjadi amat bergairah. Artika sudah mulai terbiasa menerima sodokan penis Wewengko di kemaluannya. Keduanya sudah seperti pasangan yang serasi. sudah seirama dan saling beradaptasi dalam persetubuhan itu. Artikapun tak melakukan perlawanan sama sekali terhadap Wewengko. Dibiarkannya gembong pemberontak itu menggenjot vaginanya dan menuju puncak kenikmatan bersama. Artika yang memang wanita baik-baik dan terpelajar, kadang masih berusaha membuat kesan ia tidak begitu menikmati persetubuhan itu. Namun yang sebenarnya terjadi, Artika benar-benar menikmatinya. Berkali-kali Artika mengalami orgsme saat kemaluannya digenjot oleh penis Wewengko.

“OOOHHHHHH…….” Artika mengerang kuat menikmati orgasmenya yang bertubi-tubi dan memabukkan. Rintihan dan ekspresi wajahnya yang erotis membuat Wewengko kian terpacu dan kian bersemangat menyetubuhi Artika yang seolah sudah resmi menjadi gundiknya.

“Artikaaaa…… Hhhggggh….” lenguh Wewengko melepaskan semua sperma yang ditahannya dari tadi ke dalam rahim Putri Indonesia itu sebagai balasannya. Kemudian hening. Hanya degupan jantung keduanya yang terasa bergejolak di dada mereka yang saling menempel. Si gembong pemberontak dan gundik barunya menyatu bugil di atas ranjang. Keduanya berpelukan erat. Wewengko di atas Artika. Kaki Artika yang mengapit pinggul Wewengko menekan pantat Pemberontak itu supaya tetap di tempatnya. Mereka pun berciuman dengan ganas menikmati setiap detik keintiman mereka. Kedua tubuh itu masih saling menghimpit menciptakan sebuah pemandangan yang sangat kontras, tubuh yang putih, mulus dan langsing dengan wajah yang begitu cantik ditindih oleh sosok hitam legam dan bertato serta berwajah buruk.

Artika memejamkan matanya, air matanya meleleh membasahi pipinya yng putih, sementara Wewengko masih membirkan penisnya menancap di vagina Artika, mencoba merasakan kenikmatan tubuh Artika yang mulus itu sepuas-pusnya. Ditatapnya wajah cantik Artika dengan perasaan sangat puas. Sebuah sensasi dan kenikmatan tersendiri bagi Wewengko bisa menikmati kehangatan tubuh seorang Putri Indonesia yang begitu cantik seperti Artika. Tak pernah ia merasakan bersetubuh dengan wanita secantik dan seseksi Artika. Bisa bersetubuh dengan Artika ibarat mimpi yang menjadi kenyataan bagi Wewengko, apalagi mengingat cachet wanita yang sekarang sudah menjadi gundiknya itu adalah seorang Putri Indonesia, ya, Putri Indonesia, wanita batten cantik di seluruh negeri.

Ia merasakan perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan semua pelacur yang ia kenal selama ini. Ini membuatnya ketagihan. Yang diinginkannya saat ini adalah menikmati setiap jengkal tubuh Artika sepuas-puasnya. Dalam pikiran Wewengko bahkan ingin bisa menghamili Artika. Jika Artika bisa hamil olehnya maka dia bisa mendapatkan keturunan dari rahim seorang wanita terpelajar seperti Artika yang bisa meneruskan statusnya sebagai pemimpin.

Segala pikiran busuk dan jahat makin absolutist makin memenuhi kepala Wewengko, membuatnya tertawa penuh kemenangan, sementara tubuh Artika yang putih mulus masih berada di dalam dekapannya.
Read more »»  

Cerita dewasa 2013 | Ngentot Dengan Istri Polisi Hutan Indonesia

kumpulan cerita dewasa seru, hot, sex, cerita ngentot, cerita ML, nungging, memek, toket, terbaru, terseru, foto bugil , telanjang, artis bugil, japan bugil, china bugil, korea bugil, thailand bugil, america bugil, foto tante girang, tante-tante bugil, cewek spg,tips sex, vidio porno, vidio sex ,3gp seru, dan berita terbaru 2013 melintas update terbaru dari Juragan ABG

 


Cerita dewasa 2013 | Ngentot Dengan Istri Polisi Hutan Indonesia - Aku sangat menyukai pergi dengan menggunakan mobil, terutama untuk daerah daerah yang belum pernah aku kunjungi dengan demikian aku dapat melihat banyak pemandangan alam serta juga untuk menjaga stamina tubuh. Karena dengan berkendaraan jarak jauh, pastilah dibutuhkan stamina yang tinggi dan ini aku sukai. Ada lagi hal hal kecil yang aku sukai karena dengan berkendaraan seorang diri, kadang kadang aku bisa mendapat rejeki berupa perempuan cantik yang kerap kali kutemui diperjalanan. Hal ini aku alami ketika suatu hari aku pergi ke Semarang dengan mengendarai Mercedesku, semuanya berjalan dengan lancar, aku sempat mampir dibanyak tempat untuk sekedar bersantai dan menikmati pemandangan alam. Tetapi tanpa diduga disatu jalan pintas ditengah hutan yang aku sendiri kurang mengenal, aku terjebak pohon roboh. Aku jadi

kuatir, karena kota terakhir yang aku lewati sekitar 50 km dibelakangku, padahal saat itu hari sudah agak sore, dengan kesal aku keluar dari mobil dan menunggu sebentar, aku sudah hampir memutuskan untuk kembali kekota Pekalongan ketika kulihat ada sepeda motor datang menghampiriku. Aku segera melambai lambaikan tangan memintanya berhenti. Ternyata penumpangnya adalah seorang pria dan wanita, si pria seorang laki laki dengan tubuh tinggi besar berkumis melintang dan wajah yang kasar sekali, rupanya adalah seorang polisi hutan, hal ini kulihat dari seragamnya, yang membuat aku berdebar adalah perempuannya. Si perempuan benar benar menarik, badannya montok, tinggi besar, berkulit putih bersih dan wajah yang menarik sekali. Hidung mancung, mata yang bulat dan bibir penuh menampilkan sensualitas seorang wanita. Si pria dengan tersenyum senyum yang aku lihat memuakkan sekali menanyakan apa keperluanku, kukatakan apa dia bisa membantu menyingkirkan pohon yang roboh itu, kukatakan kalau aku mau bayar berapa saja asal pohon dapat disingkirkan dan aku dapat meneruskan perjalanan. Dengan wajah yang dibuat sesopan mungkin dia menyatakan bahwa dia sanggup untuk mencari orang untuk meminggirkan pohon tersebut. Mendengar itu aku langsung mengeluarkan uang 200 ribu untuk kuberikan padanya.Kukatakan bahwa itu untuk uang muka, nanti kalau pohonnya sudah minggir akan aku beri lagi. Menerima uang itu dia segera bertindak, disuruhnya perempuan cantik yang rupanya isterinya itu untuk menunggu dan dia segera pergi dengan sepeda motornya. Aku bersorak girang karena ditinggal berdua dengan perempuan secantik ini ditengah hutan sepi, tetapi aku tak berani semberono karena aku belum mengerti bagaimana perempuan ini.
Ternyata Narti nama isteri polisi hutan itu gampang diajak bicara bahkan sedikit genit, apalagi ketika kutanya hal yang agak agak berbau porno, berkali kali dia tertawa terkikik mendengar perkataanku. Aku benar benar suka dengan perempuan ini, giginya putih dan rata sekali, susunya besar sekali, karena kuperhatikan dari tempat dudukku, susunya yang putih itu kelihatan menonjol sekali. Suasana yang sepi membuat nafsuku jadi naik keotak, ******ku juga ngaceng tapi aku masih kuatir kalau Narti menolak. Akhirnya tanpa pikir panjang aku pura pura kencing dipohon dekat mobilku, aku yakin kalau dia memperhatikan aku, karena cara kencingku sengaja sedikit kuarahkan padanya. Benar saja Narti tertawa melihat ******ku dan dia melengos, melihat reaksinya itu aku makin berani, secara sengaja aku mendekati dia sementara ******ku yang ngaceng masih kukeluarkan dari celana. “Apa punya suamimu sebesar ini Nar ?” tanyaku penuh nafsu. Narti mendorong badanku sambil berkata “Lebih besar lagi, sana Pak, nanti ada yang lihat lho !” Aku tertawa sambil memasukkan ******ku, aku menganggap kata katanya tadi itu hanya omong kosong, aku yakin dia juga suka denganku, hanya mungkin dia masih takut kalau ketahuan suaminya yang memang wajahnya galak dan licik itu. Dalam hati aku sudah memutuskan untuk malam ini bermalam dirumahnya saja, karena aku benar benar ingin menikmati tubuh Narti yang montok itu. Rupanya keberuntungan masih berpihak kepadaku, karena ternyata ketika Hartono suami Narti kembali, dia belum menemukan cukup orang untuk memindahkan pohon itu, mungkin agak malam baru ada cukup banyak orang. Dengan nekad aku bertanya apakah aku bisa bermalam saja dirumahnya agar besok pagi bisa melanjutkan perjalanan Seperti yang kuduga, dengan senang hati Hartono mengajak aku kerumahnya, aku menarik nafas lega, ketika aku menoleh ke Narti, Narti yang berdiri dibelakang suaminya tersenyum mendengar aku akan bermalam dirumahnya. Kukeluarkan lagi uang 200 ribu dan kuberikan pada Narti dengan pesan untuk belanjanya. Narti ragu ragu menerima, tetapi aku paksa saja. Hartono sangat senang, dia terus tersenyum dan berbicara panjang lebar, tetapi tak bisa menghilangkan kesan kejam dan licik dari wajahnya. Aku sendiri sempat heran, kenapa orang secantik Narti bisa dikawin pria seperti Hartono ini.
Kuiikuti sepeda motor Hartono yang bergoncengan dengan Narti untuk menuju rumahnya, ternyata rumah mereka agak jauh ditengah hutan jati yang menjadi tanggung jawab Hartono sebagai polisi hutan. Rumahnya cukup besar tetapi masih terbuat dari bambu, dikelilingi oleh pohon jati yang besar. Meskipun terpencil, ternyata rumah itu memiliki tenaga listrik yang berasal dari diesel kecil. Menurut Hartono tenaga listrik diperlukan untuk komunikasinya dengan pusat pengawasan hutan di Semarang. Aku mendapat kamar yang kecil dengan dinding dari bambu, tetapi keadaan kamar itu cukup rapi dan bersih. Ketika aku dan Hartono sedang berbincang, kulihat Narti lewat dengan hanya memakai sarung yang menutupi buah dadanya, aku menelan ludah melihat kemulusan pundaknya serta susunya yang menyembul keluar dari balik sarung itu, aku pura pura tak memperhatikannya, karena aku kuatir kalau Hartono jadi curiga kepadaku. Aku terus mengharap agar Hartono mau keluar sebentar agar aku bisa mencari alasan untuk mengintai Narti yang sedang mandi tetapi Hartono terus saja berbicara tanpa henti. Akhirnya aku jadi bosan dan putus asa, aku memperkirakan bahwa tak mungkin aku dapat menikmati tubuh Narti karena suasananya yang tak memungkinkan ini. Sampai Narti masuk kembali setelah dari kamar mandi, aku masih terus bercakap dengan Hartono. Narti kuperhatikan sedang mempersiapkan makan malam untuk kami. Makan malam sederhana sekali tetapi Narti rupanya pandai memasak dan lagi pula dia ingin menjamuku sehingga segala persediaan makanan dikeluarkan. Selesai makan aku segera minta permisi untuk tidur. Rupanya kamarku bersebelahan dengan kamar Narti dan Hartono, karena tadi kulihat Narti keluar masuk kekamar sebelah begitu juga dengan Hartono. Setelah kurapatkan pintu aku duduk diatas tempat tidur sambil melamun, saat itulah pandanganku tertambat pada sebuah lubang kecil didinding bambu pembatas kamarku dan kamar Hartono, letaknya agak tinggi sehingga aku harus mencari kursi untuk memanjat. Setelah aku yakin bahwa pintu kamarku telah terkunci rapat, barulah aku berani mengintai kekamar sebelah, aku jadi berdebar debar, karena aku bisa melihat pemandangan dikamar sebelah dengan sangat leluasa sekali, aku dapat melihat tempat tidur mereka dan semua bagian kamar itu tanpa ada yang tersisa. Kubayangkan seandainya nanti Narti berganti pakaian atau apa dikamar itu, pasti aku dapat melihatnya dengan jelas. Kuperhatikan Narti dan Hartono masih bercakap cakap diluar, kadang kadang kudengar tertawa Narti yang merangsang, mungkin mereka sedang bercumbu, agar mereka tak curiga kalau aku tak tidur, maka aku sengaja mematikan lampu kamarku.
Tak lama kemudian kudengar pintu kamar Hartono dibuka dan langkah kaki memasukinya, aku segera berjingkat menaiki kursiku dan mengintai, kulihat Narti didalam kamar sendirian, entah dimana Hartono, tetapi tak lama kemudian Hartono masuk kekamar dan menyusul Narti yang sudah berbaring diatas tempat tidur itu. Hartono kulihat merangkul Narti dan berbisik bisik. Setelah itu keduanya bangkit dari berbaringnya dan sama sama membuka pakaiannya, hatiku berdebar keras. Seperti yang kuduga, mereka akan bersetubuh ! Tubuh Narti yang telanjang bulat betul betul membuat liurku bertetesan, mulus dan montok sekali, susunya seperti semangka dengan pentil yang kecil sekali sementara perutnya langsing dengan selangkangan yang penuh oleh jembut hitam keriting. Tetapi yang paling membuat aku takjub adalah Hartono ! ****** Hartono benar benar hebat, panjangnya melebihi panjang ******ku ditambah lagi dengan ujungnya yang membengkak seperti jamur besar sekali. Aku membayangkan betapa leganya Narti merasakan tusukan ****** sebesar itu. Dasar orang desa, setelah sama sama telanjang, Narti langsung tidur mengangkang sambil tangannya merentangkan liang nonoknya sendiri, Hartonopun langsung menindih Narti dan menuntun ******nya keliang nonok Narti. Aku melotot melihat nonok Narti yang merah tua menganga menanti ****** Hartono, begitu ****** Hartono masuk kedalam liangnya, Narti langsung mengangkat kedua kakinya tinggi tinggi sambil direntangkan lebar lebar, rupanya dia juga merasa kalau ****** suaminya terlalu gede. Dengan sangat cepat Hartono menggerak gerakkan pantatnya maju mundur sementara Narti dengan cepat pula memutar mutar pantatnya mengimbangi gerakan Hartono ! Suara Narti yang merintih rintih membuat aku jadi makin bernafsu, ******ku rasanya tak tahan ingin mencari nonok untuk kusetubuhi, tetapi sungguh sial nasibku, ditengah hutan tanpa nonok, aku justru harus menyaksikan adegan persetubuhan yang seperti ini. Hartono dengan kasar terus merojok nonok Narti sambil mulutnya menciumi susu Narti, tiba tiba saja Hartono melenguh seperti kerbau yang digorok dan gerakan pantatnya mengejang ngejang. Aku yakin kalau Hartono sudah memuntahkan air maninya. Setelah berdiam diri beberapa saat, Hartono langsung menggulingkan dirinya kesamping sehingga ******nya yang sekarang sudah mengkerut itu tampak menjijikkan karena penuh dengan lendir air maninya. Kuperhatikan wajah Narti ternyata tak sedikitpun terlihat kepuasan diwajah itu, justru yang terlihat adalah rasa kecewa, rupanya Narti belum berhasil mencapai kepuasannya sementara Hartono sudah loyo. Narti berbaring terlentang dengan kakinya terkuak lebar menampakkan nonoknya yang berkilau karena lendir dari ****** Hartono, tangannya diam diam menggosok gosok susunya. Hartono sendiri, tampaknya tak perduli dengan isterinya, ia menarik selimut dan langsung tidur dengan membelakangi Narti
Read more »»  

7 Story of the World's shocking boy

The story of the struggle of seven children who were really has touched me ... how a kid fighting for his rights to remain acceptable within the community because of HIV ... it is a struggle that deserves appreciation ... was really touching. ... read more details below .... 

1.Nkosi Johnson, from 1989 to 2001
was born in 1989 in johanesburg.ia never know ayahnya.Nkosi had Suffering HIV positive since birth, he was adopted by Gail Johnson began memjadi attention johnson.Nkosi public in 1997, when an elementary school in the city of melville johannesburg refuse to accept as a pupil because of illness he was HIV-positive derita.kejadian caused political uproar south africa's highest level, the constitution prohibits discrimination on the basis of status medis.Nkosi is the gist of the conversation in 13 International AIDS Conference, in which he encouraged AIDS victims to be open about the disease and to get treatment sama.ini are excerpts of remarks by Nkosi: 

"we are all human beings are equal, we have hands, we have legs, we can run, we can talk, we have needs like everyone else, do not be afraid of us, because we are all the same " 
Nelson Mandela called Nkosi as an "icon of the struggle for life". 

Together with the foster mother, Nkosi founded a refuge for HIV positive mothers and their children , Nkosi's Haven, in Johannesburg.Pada November 2005, Gail represented Nkosi when he received the International Peace Prize from the hands of Mikhail Gorbachev child.Nkosi's Haven received a U.S. $ 100,000 prize money from the Foundation KidsRights and sculptures that have been named Nkosi in Nkosi Johnson Nkosi's kehormatan.kehidupan is the subject of the book We by Jim Woote. 

2.Hector Pieterson, 1964-1976
Hector Pieterson (1964 - June 16, 1976) iconic image in 1976 about the uprising in apartheid South Africa when news photograph by Sam Nzima of the death of Hector being carried by his friends, has been published around the world. He was killed at age 12 when the police opened fire on protesting students. 16 June stood as a symbol of resistance to the brutality of the apartheid government. Currently, it is known as National Youth Day - a day in South Africa that respects young people and bring attention to their needs. 

16th June 2002, has inaugurated a museum near the Hector Pieterson him in Orlando West. 
figure below is Sam Nzima 16 June 1976 picture of Hector Pieterson Mbuyisa Makhubo bring, accompanied by Hector's sister, Antoinette. 

3.Iqbal Still, from 1982 to 1995
Iqbal Masih is a Pakistani boy aged 4 years who have been sold into the carpet industry as a slave at a price of U.S. $ 12. He was put to work for twelve hours a day. Because of the long hours and hard work, lack of food and care, Iqbal has a very small body. At the age of twelve, Iqbal stature was like a boy who just turned 6 years old. At age 10, he fled from brutal slavery and later joined the Labour Liberation Front Pakistan bond to help stop child labor around the world, iqbal meolong over 3,000 Pakistani children separated from labor, escape to freedom. 

He was killed on Sunday Easter 1995. Suspected by many that he had been killed by members of the "Carpet Mafia" because it brings publicity against child labor in the industry. 

In 1994, Iqbal was awarded the Reebok Human Rights Award. In 2000, when the Prize for Children's Rights was formed, he was awarded this prize as one of the laureates. 

4.Thandiwe Chama, 1991
Zambia Thandiwe Chama is a 16 year old girl, he gets scooped the 2007 International Children's rid of 28 other nominations from all prestasius dunia.hadiah that is given to Thandiwe on Sunday by Nobel Peace Prize winner Betty Williams and Live8 initiator, sir bob geldof.hadiah form of sculpture "the Nkosi" and the sum of 100,000 Euros. 

Thandiwe In 1999 when he was 8 years old, school closed because there were no teachers, along with 60 other children Thandiwe goes looking lainnya.akhirnya all school children are accommodated at the Jack Cecup School.diperkuat with achievement, Thandiwe always yelling about the rights of school children to get education layak.thandiwe continue sound, for example by speaking in front of the church about children and AIDS, but the problem is not always easy gereja.bersama discussed with him his writing and illustrating a book called "the chicken with AIDS" which tells the story of children with AIDS. 

"It's very important to know that children also have rights. At school I learned about right. And then I know that this is something I want to fight. because if the children had been given the opportunity, they sure can contribute in this world makes a better place. "- Thandiwe Chama

5.Om Prakash Gurjar, 1992
At the age of five, he was taken from his parents and worked in the fields for 3 years.After he became Bachpan Bachao Andolan activist, he campaigned on free education in rajasthan . He later helped establish a network known as the "child friendly villages", where children are respected and the rights of working children are not allowed. He also set up a network that aims to give all children a birth certificate as one of the ways to help protect them from exploitation. He also worked to ensure children are given birth certificates. He said registration is the first step towards enshrining children's rights, proving their age, and to help protect them from slavery, trade, marriage or forced to serve as child soldiers. 
He was awarded the International Children's Peace Prize by former South African President FW de Klerk, who won the Nobel Peace Prize in 1993.

6.Samantha Smith, 1972 to 1985
Samantha Reed Smith is American schoolgirl from Manchester, samantha became famous in the Cold War the U.S. and the Soviet Union. In November 1982, when Smith was 10 years old, he wrote a letter to Soviet leader Yuri Andropov, he asked why the relationship between the Soviet Union and the United States so menegangkan.kemudian letter was published in the Soviet newspaper Pravda. Samantha was very happy to know that the letter has been issued, however, he did not get a reply. He then sent a letter to the Soviet Union's Ambassador to the United States to ask if there is a response from Mr. Andropov. On 26 April 1983, he received a response from Andropov. 

Smith widespread media attention in both countries as a "Goodwill Ambassador", and became known as the "Ambassador of the United States of the younger" participated in peace activities in Japan. He wrote a book and co-starred in the television series, before his death at age 13 in Bar Harbor Airlines Flight 1808 plane crash. 

7.Anne Frank, from 1929 to 1945
the reader must have heard about the furor diary anne frank .. 
Annelies Marie " Anne "Frank (June 12, 1929 - February / March 1945) was a Jewish girl who wrote a diary while in hiding with her ​​family and four friends in Amsterdam during the Nazi occupation of the Netherlands during World War II. After hiding for two years, their group was betrayed and they were taken to concentration camps which resulted in all of the killed except Otto, Anne's father. Otto returned to Amsterdam, and he found her diary.Assured of unique records, Otto tried to publish it. 

diary was given to Anne on his thirteenth birthday and chronicled the events of the life of Anne of June 12, 1942 up to the last record on August 1, 1944. Finally, the diary was translated from Dutch into many languages ​​and became one of the most widely read books in the world. Several theater productions and films are also the theme of this diary. The diary described as the work of a mature and insightful portrait of this thrust of daily life deep under Nazi occupation, through her ​​writing, Anne Frank became one of the victims of the Holocaust's most talked about.
Read more »»  

5 Most bizarre Portable Equipment in the World

Right now a lot of tools that have been made portable, maksunya lot of tools made to facilitate the use of mini and in him, well it turns out there are a lot of equipment that might be if difikirkan not be made in portable equipment and look odd if used as portable, but the reality equipment This can be made portable,


1. Portable Fireplace
This tool was designed by John Dimopoulos, director of Geoform, Design & Architect Firm, Sydney, this tool is a combination of wood, leather and kilil (English: swivel) stainless steel, glass on the appliance it serves rid of the heat from the fire directly to users.


2. Portable Toilet
Niban Too Corporation managed to create a portable handbag kemana2 by Japanese workers known supersibuk with it. Consisting of a pit toilet and the handle, hand sanitizer are interchangeable rechargeable, glass lid (very important when you want to dispose agan pup in a crowded place), weighs about 175 pounds.


3. Portable Beds
designed by the company Atelier OPA, the tool is very similar to what practical because it can be used to eat sleep and dress.


5. Portable Washing Machine
washing machine uses electricity to open manpower, so we just play it then this machine will work to clean our clothes.


5. Portable Toaster
emmang glance this tool looks like a knife to spread jam, but this tool is a portable toaster, we just put the bread back dian tool will bake our bread.
Read more »»  

10 Most Expensive Cigars

Different cigars with cigarettes. For many people, the cigar is a symbol of grandeur and prosperity. Even many people who think that people who used to smoke a cigar is a person who has a high economic level. In fact you really are.Price cigar is arguably cheap. Price per packnya could reach 60 thousand dollars (compared to the price of cigarettes averages around 20 thousand per pack). So do not be surprised if the cigars are synonymous with the rich.

1) Gurkha Black Dragon, Price: $ 1,150.00 

2) Gurkha His Majesty's Reserve, Price: $ 750.00 

3) Cohiba Behike, Price: $ 470.00 

4) Arturo Fuente Opus X "A", Price: $ 79.00 

5) Fuente Don Arturo AnniverXario, Price: $ 78.00 

6) Arturo Fuente Opus X BBMF, Price: $ 55.00 

7) Louixs, Price: $ 50.00 

8) Stradivarius Cigar, Price: $ 34.70 

9) Cohiba Esplendido, Price: $ 34.00


10) Padron Serie 1926 80 Years, Price: $ 30.00
Read more »»  

Most Amazing Natural Phenomenon in The World

10. Ice Circles
Ice circles are a very rare phenomenon on the surface of the cold water. Great circles of ice can be found in the region of Scandinavia and North America. This phenomenon was last seen in the UK in Novermber 2009.

9. Red Tides
This natural phenomenon occurs due to the concentration of microorganisms in coastal areas, precisely in the vicinity of the river or the shore, making the water turn into purple and red.

8. Columnar Basalt
rock formations formed by frozen lava eruption. This natural phenomenon is found in Giant's causeway in Northern Ireland.

7. Sun Dogs
This natural phenomenon is showing 3 sun on the horizon line.

6. Moeraki Boulders
round stones on the beach formed by waves. Located on the beach Koekohe

5. Penitentes
natural phenomenon that only occurs in the area between Chile and Argentina. This natural phenomenon is the phenomenon which pointed to the snow caused by strong winds in the Andes mountains.

4. Light Pillars
Visual phenomenon created by the reflection of light.

3. Catatumbo Lightning
Residents Venezuela calls this phenomenon "Relampago del Catatumbo". Lightning location can be found at the mouth of the river Catatumbo in lake Marcaribo Venezuela. This lightning can reach 5km height. This lightning occurs 140 to 160 times in the night. every hour can occur 280 lightning bolts. So the year is estimated to occur in 1 448 000 bolt.Lightning is caused by the collision of the winds from the Andes mountains. Some people say this region has the largest ozone layer in the earth.

2. Cave of the crystal
cave containing crystal pillars are located in a mine in Mexico Cihuahua.

1. Pink and White Terraces
Natural Wonders of New Zealand are now a distant memory because it has been damaged by the volcanic explosion of Mount Tarawera in 1886. Warm water is a natural phenomenon formed by geysers and ice along the mountainside. At the bottom there is a pool of warm water 3 acres. Before destroyed by the volcanic explosion of Mount Tarawera in 1886, this natural phenomenon into the eighth wonder of the world.
Read more »»